RP 5,7 MILIAR APBD: UNTUK GIZI BALITA DAN IBU HAMIL KADIS DINAS KESEHATAN HARUS TRANSPARAN.


BLBNEWSTV.ID | LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5.751.883.973 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Dana tersebut disalurkan kepada 28 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

 

Berdasarkan data resmi paket pengadaan, anggaran ini dicatat sebagai Belanja Barang dan Jasa Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Secara khusus, dana diperuntukkan pembelian bahan makanan bergizi bagi balita serta ibu hamil yang berisiko kekurangan gizi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai Mei hingga Desember 2026.

 

Rincian Alokasi per Puskesmas

Jika dibagi merata ke 28 Puskesmas, rata-rata alokasi yang diterima masing-masing adalah:

Rentang Waktu Rata-rata Per Puskesmas 

Per Tahun Rp 205.424.428 

Per Bulan Rp 17.118.702 

Per Hari ± Rp 570.623 

 

Angka-angka tersebut merupakan rata-rata hitungan. Dalam pelaksanaan di lapangan, besaran yang diterima setiap Puskesmas dapat disesuaikan dengan jumlah sasaran penerima manfaat di wilayah kerjanya masing-masing.

 

Mekanisme Pengadaan

Pengadaan barang dilakukan melalui metode E-Purchasing dengan ketentuan wajib memprioritaskan produk dalam negeri serta pelaku usaha kecil di daerah. Kegiatan ini juga telah memenuhi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sesuai standar Pengadaan Berkelanjutan.

 

Warga Harapkan Tepat Sasaran dan Terbukti Nyata

Masyarakat mengharapkan anggaran senilai miliaran rupiah ini disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya.

 

"Anggaran besar ini harus terbukti kinerjanya — bukan sekadar angka di kertas, melainkan perbaikan gizi yang nyata bagi balita dan ibu hamil di seluruh Lampung Selatan," ujar salah satu warga yang memantau pengelolaan anggaran daerah.

 

Konfirmasi ke Pimpinan Dinas Belum Direspons

Awak media berupaya meminta penjelasan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, S.K.M., M.M. Upaya pertemuan dinilai sulit karena beliau jarang berada di kantor. Konfirmasi kemudian dikirimkan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

 

Rincian data jumlah sasaran penerima manfaat di setiap Puskesmas pun belum diterima dari pihak Dinas Kesehatan.

 

BLBNEWSTV.ID

0 Komentar

Posting Komentar