Kunjungan Kerja Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung: Sinergi Penguatan Kader 260 Desa dan 17 Kecamatan, Rajabasa Summit 2026 Jadi Agenda Strategis


BLBNEWSTV.ID | LAMPUNG SELATAN  – Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, melaksanakan kunjungan kerja ke Sekretariat Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan di Perum Khagom Mufakat, Jalan Lintas Sumatra Nomor 1, Blok B1, Kalianda, Sabtu (15/8/2026).
 
Rombongan disambut langsung oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan, Sahirul Hidayat, didampingi seluruh pengurus harian. Kunjungan ini menjadi momentum penting menjembatani komunikasi antar tingkatan organisasi, sekaligus mendengar langsung kondisi riil kader di tingkat akar rumput.
 
Dalam pemaparannya, Sahirul Hidayat menyampaikan bahwa dari total 260 desa/kelurahan dan 17 kecamatan di wilayahnya, struktur kepengurusan memang sudah terbentuk namun belum berjalan optimal. Kendala yang dihadapi meliputi minim dukungan pemangku kebijakan, keterbatasan anggaran, serta belum meratanya pemahaman terhadap regulasi seperti Permensos Nomor 25 Tahun 2019 dan Permensos Nomor 9 Tahun 2025.
 
"Banyak kader sudah ada di struktur, namun belum tahu apa yang harus dilakukan. Mengajukan proposal ke desa sering tertunda, kegiatan berjalan atas biaya sendiri, dan masa bakti habis belum tentu terselenggara Temu Karya. Itulah tantangan nyata yang kami hadapi di lapangan," ujar Sahirul.
 
Pertemuan melahirkan sejumlah kesepakatan konkret: penerbitan Surat Edaran Bersama pembinaan aktif Karang Taruna, pemetaan ulang data kepengurusan, serta jadwal konsolidasi berkala.
 
Agenda strategis utama yang disepakati adalah kegiatan besar bertema "Menapak, Bergerak, Berdampak Sampai ke Puncak — Rajabasa Summit 2026", yang akan digelar 27–28 Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Rangkaiannya meliputi lomba mendaki Gunung Rajabasa jalur Sumur Kumbang, lomba video profil bertema "Rajabasa: Ikon Lampung Selatan", serta gerakan penghijauan di mana setiap peserta menanam lima benih pohon di jalur pendakian.
 
Disisi lain Ketua Karang Taruna Provinsi, Wahrul Fauzi Silalahi, memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh.
 
"Inilah wujud Karang Taruna yang bergerak dan berdampak. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana penghijauan, pembinaan karakter, dan pelestarian identitas daerah. Inisiatif ini patut dicontoh; kami akan menjembatani advokasi ke Pemprov, membantu publikasi, dan merekomendasikan sebagai model bagi daerah lain se-Lampung," tegasnya.
 
Peran Mitra Pemerintah dan Penanganan Lingkungan
Dalam diskusi lanjutan, Karang Taruna ditegaskan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program unggulan seperti Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul), menjaga kelestarian lingkungan, serta menggali potensi ekonomi pemuda.
 
Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Pauzi Silalahi, memimpin diskusi strategis yang berfokus pada penguatan peran Karang Taruna di Kabupaten Lampung Selatan sebagai penggerak kegiatan desa, mitra pemerintah, serta wadah pengembangan pemuda. Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif, santai, dan penuh keakraban, dihadiri jajaran pengurus Karang Taruna serta para pemangku kepentingan.
 
Penguatan Peran dan Program Karang Taruna
 
Dalam pembahasan tersebut, Karang Taruna diposisikan sebagai mitra penting dalam mendukung program daerah, termasuk Desa Helau, yang sejalan dengan agenda pemerintah setempat. Organisasi ini didorong untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan wilayah, mengingat peran sosialnya yang dekat dengan masyarakat desa. Selain fungsi sosial, Karang Taruna diarahkan untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di komunitas pemuda dan desa binaan. Pendekatan kolektif melibatkan struktur di tingkat provinsi, kabupaten, dan unsur pendukung lainnya agar program dapat berjalan lebih kuat dan terintegrasi.
 
Tangani Kekeringan dan Kebakaran Hutan
 
Salah satu sorotan utama pertemuan adalah penanganan ancaman kekeringan dan kebakaran hutan yang melanda Lampung Selatan. Dua titik rawan terdeteksi di kawasan Hutan Raja Basa dan Penengahan, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mengurangi risiko. Strategi yang ditekankan adalah pencegahan melalui edukasi dan mitigasi, bukan sekadar pemadaman saat api membesar. Edukasi di lapangan mencakup perilaku sederhana namun krusial, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di area rawan. Karang Taruna juga diminta memperkuat koordinasi dengan Damkar, BPBD, TNI, Polisi, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga keamanan wilayah. Selain itu, disepakati
komitmen untuk membantu distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
 
Literasi Keuangan dan Penguatan Desa Binaan
 
Pertemuan juga membahas rencana fasilitasi kerja sama dengan OJK Perwakilan Lampung untuk pembinaan literasi keuangan bagi pengurus Karang Taruna di desa-desa. Tujuannya agar pengelolaan organisasi lebih tertata dan memiliki kapasitas ekonomi yang lebih baik. Desa binaan akan ditetapkan sesuai arahan Gubernur agar pembinaan terarah, tidak tersebar tanpa rencana. Literasi keuangan dipandang sebagai fondasi untuk mendorong kemandirian pendapatan pemuda dan kelompok desa.
 
Konsolidasi Kader dan Semangat Pengabdian
 
Menyadari belum meratanya aktivitas kader di tingkat desa, disepakati langkah konsolidasi bertahap oleh Kabupaten Lampung Selatan agar seluruh struktur kembali aktif dan berfungsi optimal. Karang Taruna ditegaskan sebagai "pintu terdepan" dalam memfasilitasi berbagai kegiatan desa, termasuk mendukung agenda-agenda masyarakat. Nilai-nilai semangat, ketulusan, keikhlasan, dan pengabdian ditekankan sebagai fondasi utama gerakan pemuda. Diskusi ditutup dengan penegasan agar seluruh jajaran tetap berjuang dan solid dalam memajukan pemuda di Lampung Selatan.
 
Jadwal Pelatihan OJK, 3 September
 
Sebagai tindak lanjut konkret, pertemuan menyepakati pelaksanaan pelatihan kerja sama dengan OJK Lampung yang dijadwalkan berlangsung pada 3 September di Kabupaten/Kota Provinsi Lampung. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten/Kota sebelum melangkah ke tahap tindak lanjut yang lebih luas. Pelatihan dipandang sebagai sarana pendukung, sementara tujuan akhirnya tetap tertuju pada realisasi ekonomi pembuka desa sebagai target utama. Saran untuk memperluas sasaran kegiatan juga dicatat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana lanjutan.
 
Melalui berbagai agenda strategis ini, Karang Taruna diharapkan terus menjadi wadah yang efektif bagi generasi muda untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan serta kegiatan sosial di tengah masyarakat. (Blb)

0 Komentar

Posting Komentar