*SURAT PERMOHONAN PLOTING PROYEK KATEGORI PENUNJUKAN LANGSUNG*

*SURAT PERMOHONAN PLOTING PROYEK KATEGORI PENUNJUKAN LANGSUNG*

 

Nomor: 050/SPP/BLB-NEWSTV/VI/2026

Tanggal: 25 Juni 2026

 

Kepada Yth.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Kabupaten Lampung Selatan

di — Tempat

 

Perihal: “Permohonan” Satu Paket Pekerjaan Penunjukan Langsung Sebagai Upaya Mengikuti “Jalan Lumrah” yang Sudah banyak Terjadi Selama Ini

 

Dengan hormat,

Perkenalkan nama saya Yoni Juranlis, bertugas sebagai jurnalis di BLB Newstv. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, namun jarang diucapkan secara terbuka.

Saya mendengar bahwa saat ini Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan telah memasuki tahapan proses lelang dan penunjukan langsung untuk berbagai proyek konstruksi. Sebagai warga yang juga memiliki istri dan anak yang perlu dihidupi, saya mencoba memahami “sejarah dan kebiasaan” yang sudah berjalan lama di daerah ini.

Bukan rahasia lagi bahwa Kabupaten Lampung Selatan pernah menjadi sorotan nasional bahkan ditindak tegas oleh KPK melalui Operasi Tangkap Tangan terkait pengkondisian proses tender, pembagian proyek, serta praktik pungutan biaya atau “fee” dalam setiap pekerjaan. Masyarakat sudah lama membicarakan bahwa ladang rezeki bagi mereka yang memiliki akses ke pengambil kebijakan justru terletak pada pengaturan proses lelang dan pembagian proyek — yang dianggap sebagai “bagian dari demokrasi dan kelancaran birokrasi versi mereka”.

Maka mengikuti logika yang selama ini berlaku, saya pun berpikir: mengapa tidak mencoba mengikuti jejak yang dianggap lumrah itu? Oleh karena itu, melalui surat ini saya “memohon” dengan sangat rendah hati:

Mohon kiranya Bapak berkenan mengalokasikan satu paket pekerjaan yang masuk kategori penunjukan langsung dengan nilai di bawah Rp400.000.000, untuk “dipetakan” atas nama saya. Nantinya saya hanya akan mengambil bagian keuntungan persentase dari proyek tersebut, dan akan menyerahkan pelaksanaannya kepada rekan saya yang memiliki badan usaha konstruksi.

 

Sebagai bentuk “jaminan dan kesetiaan”, saya sampaikan juga: jika nantinya saya mengetahui atau menemukan bukti adanya pembayaran “fee”, pengkondisian lelang, atau praktik-praktik serupa yang selama ini berlangsung, saya berjanji akan menutup mulut rapat-rapat dan menyimpannya sebagai “informasi pribadi” saja.

 

Saya berharap Bapak Kepala Dinas dapat mengakomodir “cita-cita dan harapan” saya ini. Biarlah saya juga bisa merasakan rezeki yang selama ini hanya dinikmati oleh segelintir orang yang dekat dengan lingkaran pengambil kebijakan.

 

Demikianlah surat ini saya sampaikan,  sebagai permohonan yang benar-benar saya harapkan dikabulkan, melainkan sebagai bentuk upaya  dan ihtiar demi lenghidupi anak istri saya jauh lebih baik secara ekonomi. Karena selama ini dianggap “lumrah” sesungguhnya adalah hal yang potensi  besarnya susah di berntas maka demi harapan ekonomi lebih baik  saya hanya mencoba keberuntungan saya.



Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

 

 

 

Hormat saya,

 

Yoni Juranlis

Jurnalis BLB Newstv

  


Tembusan: Bupati Lampung Selatan.

 

0 Komentar

Posting Komentar