Merik Havit, S.H., M.H.: Terkait Kakek Mujiran Saya Apresiasi Tinggi Ini Bukan Soal Cari Panggung Tapi Soal Saling Dukung Dalam Kebaikan Untuk Lamsel


Merik Havit, S.H., M.H.: Terkait Kakek Mujiran Saya Apresiasi Tinggi Ini Bukan Soal Cari Panggung Tapi Soal Saling Dukung Dalam Kebaikan Untuk Lamsel

Blbnewstv.id – Lampung Selatan || , 24 Mei 2026 – Kabar gembira dan rasa syukur menyelimuti masyarakat Lampung Selatan. Mujiran (72 tahun), warga lanjut usia yang sempat terjerat persoalan hukum terkait dugaan pencurian getah karet, kini diprediksi akan segera bebas dan kembali berkumpul bersama keluarga. Hasil positif ini tidak terlepas dari peran krusial Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, yang turun tangan langsung memediasi dan berdialog intensif dengan pihak manajemen PTPN guna menemukan solusi yang damai dan manusiawi.
 
Langkah tegas dan penuh kebijaksanaan yang diambil Radityo Egi ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk dari jajaran legislatif. Salah satu pujian paling lugas datang dari Merik Havit, S.H., M.H., Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai politisi dan ahli hukum yang dikenal vokal, tegas, dan selalu memperjuangkan nasib rakyat kecil, apa yang dilakukan Bupati adalah bukti nyata bagaimana sebuah kebijakan pemerintahan seharusnya diterapkan: berpihak pada kemanusiaan dan melindungi kaum yang lemah.
 
Merik Havit menegaskan, tindakan Bupati Radityo Egi dalam menangani kasus Kake Mujiran adalah teladan nyata dari visi dan semangat perjuangan partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang sejak awal berdiri berkomitmen kuat untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat, kaum marhaen, dan mereka yang tertindas atau berada di posisi lemah. Baginya, kehadiran pemimpin yang mau menjadi jembatan penyelesaian masalah antara warga dan pihak perusahaan besar adalah wujud nyata negara yang hadir, merangkul, dan melayani sepenuh hati di tengah masyarakat.
 
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Radityo Egi. Kebijakan dan cara yang dipakai Beliau untuk mengadvokasi nilai kemanusiaan dalam kasus yang menimpa Kake Mujiran ini sangat tepat, sangat bijaksana, dan patut dijadikan standar serta teladan bagi semua pemimpin maupun pejabat di daerah ini,” tegas Merik Havit, S.H., M.H. saat memberikan keterangan pers.
 
Dalam pernyataannya yang tegas dan lugas, Merik Havit juga meluruskan pandangan yang mungkin berkembang di masyarakat terkait sikap dukungannya tersebut. Ia menegaskan, apresiasi yang disampaikan ini murni demi kepentingan daerah, bukan untuk kepentingan pribadi atau politik sesaat.
 
“Perlu saya tegaskan di sini, bahwa apa yang saya sampaikan ini sama sekali bukan soal jilat menjilat, bukan pula untuk mencari panggung atau popularitas semata. Ini jauh lebih besar dari itu. Ini soal Lampung Selatan, daerah tempat saya lahir, tumbuh, berkembang, dan mengabdi hingga akhirnya saya dipercaya menjadi anggota DPRD di sini. Di mana ada kebijakan pemimpin yang baik, yang benar-benar berpihak pada rakyat, maka sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling mendukung, saling menguatkan, dan saling menghidupkan semangat kebersamaan demi kemajuan daerah ini,” ujar Merik dengan penuh keyakinan.
 
Sebagai sarjana hukum yang memahami betul seluk-beluk peraturan, hukum, dan keadilan, Merik menilai posisi Kake Mujiran yang sudah berusia senja, dengan kondisi fisik yang tak lagi prima dan kemampuan ekonomi yang terbatas, tentu berada di posisi yang sangat tidak seimbang saat berhadapan dengan institusi besar seperti PTPN. Di sinilah letak ujian kepemimpinan, dan menurutnya, Radityo Egi telah lolos ujian tersebut dengan nilai sangat memuaskan. Beliau tidak membiarkan warganya berjuang sendirian, melainkan turun tangan memastikan hak-hak kemanusiaan Kake Mujiran tetap terjaga di tengah tegaknya aturan hukum yang berlaku.
 
“Inilah inti dari kebijakan publik yang sesungguhnya, dan inilah yang selalu kami perjuangkan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seharusnya setiap langkah dan keputusan pemerintah itu bertujuan untuk melindungi rakyatnya, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Bapak Radityo Egi membuktikan bahwa hukum harus tetap ditegakkan, tetapi penegakan itu tidak boleh kejam dan mematikan rasa kemanusiaan. Beliau mampu menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan hak asasi warga, sehingga solusi yang didapat benar-benar memanusiakan manusia,” tambah politisi PDIP ini.
 
Merik Havit juga menekankan, prinsip utama perjuangan PDIP adalah berpihak pada rakyat, berjuang mewujudkan keadilan sosial, dan menjamin bahwa negara hadir untuk semua warga tanpa terkecuali. Oleh karena itu, langkah Radityo Egi yang turun tangan memediasi kasus ini dinilai sangat selaras dan sejalan dengan nilai-nilai perjuangan partai yang diembannya. Baginya, kekuasaan dan jabatan yang dipimpin adalah amanah untuk menolong, bukan untuk mempersulit kehidupan warga.
 
“Bapak Radityo Egi telah membuktikan bahwa Beliau adalah pemimpin yang memegang teguh amanah itu. Saat ada rakyatnya yang kesusahan, Beliau ada, Beliau dengar, dan Beliau selesaikan dengan hati nurani. Kebijakan yang berjiwa kemanusiaan seperti inilah yang dibutuhkan Lampung Selatan untuk maju, makmur, dan berkeadilan sosial. Saya harap semangat ini terus dijaga dan dijalankan dalam setiap kebijakan ke depannya,” ujar Merik penuh keyakinan.
 
Lebih jauh, Merik berharap langkah ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa penyelesaian masalah tidak harus selalu berakhir di pengadilan, tetapi bisa ditemukan titik temu yang bijak, beradab, dan saling menguntungkan. Di mata Merik Havit, S.H., M.H. dan banyak pihak lainnya, sosok Radityo Egi kini semakin kokoh sebagai pemimpin muda yang tidak hanya cerdas dan berwawasan luas, tetapi juga memiliki hati yang besar, selalu berpihak pada kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur demi Lampung Selatan yang kita cintai bersama. (Red)

Redaksi: Blbnewstv.id

0 Komentar

Posting Komentar