Di Tengah Penolakan, Ketua JPKP Lampung Selatan Justru Dukung Rencana BUMD Penataan Parkir Berbayar di Masjid Agung
Blbnewstv.id – Lampung Selatan || – Rencana kebijakan penataan parkir berbayar di kawasan Masjid Agung Kalianda yang akan dikelola oleh BUMD PT Lampung Selatan Maju (Perseroda) terus menuai tanggapan positif dari berbagai kalangan. Dukungan sekaligus masukan konstruktif datang dari Ilham, Ketua JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kabupaten Lampung Selatan yang juga menjabat sebagai Humas di RSUD dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda.
Menurut Ilham, langkah pemerintah daerah melalui BUMD ini merupakan upaya serius dan terukur dalam memberikan rasa aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung ke ikon religi kebanggaan Lampung Selatan tersebut.
"Sebagai Ketua JPKP dan bagian dari pelayan publik di RSUD Bob Bazar, saya melihat rencana ini sangat positif. Masjid Agung adalah tempat suci sekaligus pusat keramaian. Pengelolaan parkir yang resmi dan profesional adalah kunci untuk menghilangkan praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini meresahkan pengunjung," ujar Ilham dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Lebih jauh, Ilham menekankan bahwa sistem parkir yang terkelola dengan baik akan memberikan jaminan keamanan bagi kendaraan para jemaah maupun musafir yang singgah. Selama ini, ia menilai kawasan tersebut sering kali tidak tertata, semrawut, dan rawan potensi tindakan kriminalitas.
"Kita ingin kawasan Masjid Agung Kalianda bersih dari kesan tidak teratur. Dengan parkir berbayar yang resmi, pertanggungjawabannya jelas. Pendapatan yang dihasilkan juga akan masuk ke kas daerah untuk kepentingan pembangunan kembali, bukan masuk ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Pernyataan sikap dan dukungan Ilham ini bahkan terekam jelas dalam jejak digital di salah satu grup WhatsApp diskusi strategis. Dalam pesannya, ia secara aktif mengajak para tokoh dan rekan diskusi untuk membahas teknis rencana ini secara mendalam.
Berikut kutipan pesan lengkap Ilham di grup WhatsApp tersebut:
"Izin pak Mas toto, kang Saefun Naim, kang Jamal NATO Epoxy Center dan rekan²ku yg Budiman dan budiwati, mengenai lahan parkir di Masjid Agung dan mungkin juga ada titik lain sebaiknya mengundang bung Bayquni selaku Pimpinan BUMD. Salah satunya mengacu pembangunan Alun-alun wajah Pemda kita yg mau dibuat seperti Malioboro, artinya kita butuh kantung parkir terdekat. Mengenai teknis ya bisa dimusyawarahkan bersama di malam kamisan, sy yakin pihak BUMD sangat berkenan untuk bisa hadir.
Melalui pesan tersebut, Ilham tidak hanya menyetujui gagasan ini, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis agar pengelolaan parkir—baik di Masjid Agung maupun lokasi potensial lain—dibahas langsung bersama pimpinan PT Lampung Selatan Maju. Ia juga mengaitkan kebutuhan lahan parkir ini dengan rencana besar pemda membangun kawasan Alun-alun yang setara dengan Malioboro, di mana ketersediaan "kantung parkir" menjadi syarat mutlak keberhasilan konsep tersebut. Forum rutin Malam Kamisan pun disarankannya sebagai wadah paling tepat untuk bermusyawarah menentukan teknis lapangan.
Dukungan sekaligus gagasan brilian dari tokoh muda yang aktif di bidang sosial ini diharapkan dapat meluruskan persepsi di tengah masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk melihat kebijakan ini sebagai bentuk perlindungan aset daerah dan peningkatan fasilitas publik.
"Kami mendukung penuh penataan ini. Masjid yang rapi, tertib, dan aman tentu akan membuat jemaah semakin khusyuk beribadah dan pengunjung merasa dihargai. Ini adalah bagian dari kemajuan Lampung Selatan yang harus kita kawal bersama," pungkasnya.
Dengan adanya dukungan dan usulan konkret dari elemen masyarakat seperti yang disampaikan Ilham, rencana penataan parkir di Masjid Agung Kalianda maupun pengembangan kawasan strategis lainnya diharapkan dapat segera didiskusikan dan diimplementasikan dengan matang demi kenyamanan dan kemajuan Kabupaten Lampung Selatan. (Yoni)
.png)
0 Komentar