Antisipasi El Nino “Godzilla” 2026, Pemkab Lampung Selatan Percepat Tanam dan Perkuat Ketahanan Air

Blbnewstv.id – Lamsel – Kalianda ||  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengambil langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino “Godzilla” yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, panas, dan kering pada tahun 2026.

Strategi percepatan tanam hingga penguatan pasokan pertanian menjadi fokus utama guna menjaga ketahanan pangan daerah.

Langkah tersebut disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) mitigasi dampak hidrometeorologi kering yang digelar di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4/2026).

Fenomena El Nino ekstrem yang diproyeksikan ini tidak hanya berdampak pada perubahan cuaca, tetapi juga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan produksi pangan di wilayah Lampung.

Syaiful menegaskan, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Meski musim tanam kedua biasanya menghasilkan produksi lebih baik, ancaman kemarau jangka panjang dinilai dapat mengganggu produktivitas secara signifikan.

“Untuk musim tanam kedua, biasanya produksinya lebih bagus. Tapi kalau kondisi kemaraunya terlalu panjang, itu diabaikan. Karena kondisi kemarau biasanya kering luar biasa,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Lampung Selatan mempercepat masa tanam padi. Pada bulan Februari 2026, realisasi tanam telah mencapai 5.000 hektare, diusulkan Maret sebesar 2.800 hektare, dan April ditargetkan 3.000 hektare.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyusun target tanam berkelanjutan sebagai strategi menjaga ritme produksi, dengan peningkatan bertahap hingga mencapai 3.000 hektare pada bulan Agustus.

Di sisi lain, keterbatasan sumber udara menjadi tantangan utama. Selama ini, Lampung Selatan masih mengandalkan sumur bor dan aliran sungai untuk kebutuhan irigasi, namun kapasitasnya dinilai belum mencukupi jika terjadi kekeringan ekstrem.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Lampung Selatan mendorong penggunaan varietas padi yang lebih adaptif terhadap kondisi minim udara. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meminimalkan dampak kekeringan.

Upaya antisipatif ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama kabupaten/kota dalam memperkuat mitigasi perubahan iklim ekstrem.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah berharap mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman El Nino, sekaligus menjaga kemiskinan sektor pertanian sebagai penopang utama pangan masyarakat. (Yoni-Kmf)

0 Komentar

Posting Komentar