Blbnewstv.id – Lampung Utara || - Duka dan keheningan menyelimuti bantaran Sungai Way Sesah, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu pagi (28/2/2026).
Setelah dua hari operasi pencarian tanpa henti, tim gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Pandawa (60), warga Jalan Dahlia, Kelurahan Kota Gapura, Kecamatan Kotabumi Selatan. Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Kamis sore (26/2/2026), saat berusaha menyeberangi sungai ketika aparat kepolisian melakukan penggerebekan arena judi sabung ayam di wilayah tersebut.
Sejak Jumat pagi (27/2/2026), operasi pencarian besar-besaran langsung digelar. Arus sungai yang deras, air keruh, serta rimbunnya semak dan rumpun bambu di sepanjang aliran menjadi tantangan serius bagi tim penyelamat.
Setiap meter sungai disisir dengan penuh kehati-hatian.
Harapan keluarga sempat menggantung selama proses pencarian berlangsung. Namun pada Sabtu pagi, jasad korban akhirnya ditemukan tersangkut di ranting bambu di tengah aliran Sungai Way Sesah, sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan, meski dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Jenazah langsung kami evakuasi menuju RS Ryacudu untuk dilakukan visum et repertum,” ujar Bati Tuud Koramil 412-04/Kotabumi, Serma Eldi Muhdani.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kekuatan penuh lintas unsur: 12 personel Koramil 412-04/Kotabumi, 15 personel BPBD, 10 personel Damkar, 5 personel Basarnas, serta dukungan masyarakat sekitar yang turut membantu tanpa kenal lelah.
Kabid BPBD Lampung Utara, M. Toha, menyampaikan apresiasi atas soliditas tim di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah bahu membahu melakukan pencarian. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
*Peristiwa ini menjadi pengingat tragis bahwa kepanikan dalam situasi genting dapat berujung fatal. Sungai Way Sesah yang sekilas tampak tenang, menyimpan arus kuat dan berbahaya.*
Kini, duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Di balik derasnya arus sungai, tersisa kisah dramatis tentang operasi penyelamatan yang menyatukan aparat dan masyarakat dalam satu misi kemanusiaan — menemukan seorang warga yang hilang di tengah situasi yang tak terduga.
Dari RSUD RYACUDU KOTABUMI LAMPUNG UTARA,
Oleh: Riki eLtii BLB News TV
.png)
0 Komentar