Teriak Adat Budaya, Tapi Tak Pakai Bahasa Daerahnya Yang Terancam Punah

Teriak Adat Budaya, Tapi Tak Pakai Bahasa Daerahnya Yang Terancam Punah

Blbnewstv.id – Lampung Selatan || Puluhan bahasa daerah sebagai khazanah kekayaan budaya, pemikiran, dan pengetahuan yang dimiliki bangsa Indonesia terancam punah. Karena itu, pewarisan bahasa daerah yang dapat digunakan sehari-hari dan relevan bagi anak muda perlu dilakukan semua pihak, termasuk melibatkan komunitas dan keluarga yang masih menuturkan bahasa daerah.

Dari salah satu Masyarakat Lampung Selatan Khaja Muda Sai Saka sebagai tokoh pemuda yang bergerak pada kearifan lokal. Khaja Muda, pria kelahiran Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan ini Menulis ungkapan hati nya, di akun Facebook miliknya nya. Ia mengatakan.


"Teriak Adat Budaya, Tapi Tak Pakai Bahasa Daerahnya".

Ini bukan tentang siapa & dimana, tapi sedih aja sih karna hal ini banyak terjadi di masyarakat bahkan pada tokoh tokoh daerah tersebut yang kesehariannya tak menerapkan Cawa Lappung (bicara/ngomong Lampung) pada keluarganya sendiri. Bahkan dengan anaknya sendiri yang sebagai Generasi Penerus Adat Budaya tsb aja gak pakai ngomong daerah. 😢😢😢

Ya sudahlah, mau gimana lagi karna itu hak masing masing. 😓

Kalau di publik sih ada maklum didalamnya, karna gak semua ngerti ya..

Tapi tolonglah, sebelum teriak adat budaya pada orang luar, setidaknya pakailah sedikit sedikit ngomong daerah itu ke keluarga bahkan ke anaknya. Karna mereka nanti yg meneruskan.

"Terimakasih pada siapapun & dimanapun yang masih memakai bahasa Lampung pada keluarganya hingga kini dalam keseharian, karna kalianlah asli pelestari adat budaya sesungguhnya tanpa teriak" 🙏🙏🙏


Walaupun ucapnya ini mendapat emot tertawa dari sebagian orang, tetap di sambut dengan candaan oleh Khaja muda.


Dan  sebagian lagi Dengan nama Akun Qomar Akbar berkomentar,  Lawi cak benokh ga Pai bang, Harus di bahas serius Ina bang,  menurutnya ini adalah memang pembahasan penting yang harus dibahas dengan serius.

Di tanggapi juga oleh Zira dengan kata. Temon do dek  megata megatta penyana ku du langka kham ngadengi cawa Lapung asli,,Bong aga punah JK getta bahasa asli Lapung kham,  disini Zira menghawatirkan bahwa  bahasa lokal/daerah Lampung akan punah.


Disini pemerintah daerah harus memiliki peran yang lebih kuat dalam melestarikan bahasa Lampung, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan penggunaan bahasa Lampung di berbagai ruang publik seperti sekolah, perkantoran, dan media massa. Ia berharap kebijakan serupa dengan daerah lain dapat diterapkan di Lampung untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap bahasa Lampung.


meskipun sudah ada pengwajiban Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat ini hanya Untuk Lingkungan Pemerintah dan lembaga pendidikan saja, untuk penggunaan di masyarakat luas belum ada aturan wajib yang mengikat. Penggunaan bahasa Lampung di kalangan masyarakat umum juga masih belum merata, dan ini suatu tantangan untuk provinsi ini.


Langkah Strategis

Untuk mengantisipasi semakin banyaknya bahasa daerah yang punah, pemerintah dan masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah strategis. Misalnya, pemerintah daerah perlu membuat aturan kebijakan atau regulasi mengenai perlindungan bahasa (dan sastra) daerah. Saat ini konon hanya pemerintah Sumatra Utara saja yang membuat regulasi ini. Selebihnya tidak ada. Banyak pemerintah daerah malah berlomba-lomba membuat “Perda Syariat”. Sedangkan masalah tradisi, budaya, dan bahasa daerah terkadang malah diabaikan.


Pemerintah juga perlu menjadikan bahasa-bahasa daerah (selain bahasa Indonesia) sebagai “mata pelajaran” wajib di sekolah atau kampus yang disesuaikan dengan daerah masing-masing agar anak didik (para siswa/siswi) terbiasa sejak dini dengan bahasa daerah mereka.


Masyarakat juga bisa berkontribusi dalam melestarikan bahasa-bahasa daerah dengan menginisiasi berbagai program penunjang, misalnya pembuatan buku-buku bahasa daerah, penyediaan taman bacaan bahasa daerah, atau melalui berbagai aktivitas seni-budaya, dan lain sebagainya.


Tanpa upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah, maka bukan hal yang mustahil jika kelak akan semakin banyak bahasa daerah di Indonesia khususnya Lampung yang di khawatirkan musnah di telan zaman.

(Blbnewstv.id)

0 Komentar

Posting Komentar