Proyek Rehabilitasi Irigasi Way Bumi Agung Disorot, Warga Desak Evaluasi Teknis

Lampung Utara – Blbnewstv.id – Sungkay Jaya |  Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Bumi Agung (BBA.4) di Desa Sri Jaya, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, menjadi perhatian warga setelah terjadi kerusakan berupa jebolnya tanah di sisi gorong-gorong saluran irigasi.

Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) dan dikerjakan oleh PT Bajasa Menunggal Sejati, dengan nilai kontrak Rp12,8 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025.
Kerusakan yang terjadi memicu kekhawatiran masyarakat penerima manfaat irigasi. Warga menilai kondisi tersebut perlu mendapat evaluasi teknis menyeluruh, mengingat irigasi Way Bumi Agung merupakan infrastruktur vital bagi sektor pertanian di wilayah setempat.

“Kami berharap pekerjaan ini benar-benar sesuai standar teknis, karena menyangkut kepentingan petani dan keberlanjutan irigasi,” ujar salah satu warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim BBWS Mesuji Sekampung melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (28/1/2026).

Perwakilan BBWS, Budi, menjelaskan bahwa kerusakan dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan sedimentasi dan mengganggu aliran air di sekitar gorong-gorong.

“Sedimen terbawa arus hujan deras sehingga aliran air tidak masuk optimal ke gorong-gorong dan menggerus tanah di sekitarnya,” jelasnya. 
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan pada titik kerusakan tersebut.

Meski demikian, warga menyampaikan sejumlah catatan teknis, di antaranya terkait dugaan penggunaan material yang belum melalui uji laboratorium, serta metode perbaikan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan material konstruksi, pihak BBWS menegaskan bahwa material tanpa hasil uji laboratorium tidak diperkenankan digunakan dalam pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi.

Warga berharap perbaikan dilakukan secara komprehensif, termasuk evaluasi struktur gorong-gorong dan area sekitarnya, bukan hanya penanganan sementara. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk mencegah kerusakan berulang di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan pernyataan resmi terkait masukan dan tuntutan warga tersebut. Masyarakat berharap pengawasan teknis diperkuat agar proyek irigasi dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Oleh: Maria Fitri Yani | BLB News TV

0 Komentar

Posting Komentar