Kerjasama Antara PT Lampung Selatan Maju Dengan PT BTH Bangun Bersama Bisnis Yang Konyol. Ini Penjelasan Husni Piliang.

Lampung Selatan – Blbnewstv.id || -Berdasarkan realis media terkait kerja sama PT Lampung Selatan Maju, dan perusahan baru yang jauh umurnya lebih muda dari Perumda milik kabupatem lampung selatan  terdapat pandangan yang menganggap langkah kebijakan PT lampung selatan maju sebagai strategi bisnis yang konyol. Alasannya, data menunjukkan bahwa PT BTH Bangun Bersama merupakan perusahaan baru yang beroperasi di bidang parkir, periklanan, dan outsourcing

 – sektor-sektor yang secara langsung tidak tampak memiliki keterkaitan erat dengan fokus utama yang seharusnya menjadi prioritas bagi sebuah badan usaha milik pemerintah daerah (BUMD) seperti Perumda PT Lampung Selatan Maju.
 
Dalam konteks pengembangan ekonomi daerah, BUMD umumnya diharapkan berperan sebagai "ujung tombak" dalam penguatan perekonomian daerah (PAD) Lampung Selatan. Peran ini mencakup upaya untuk mengembangkan potensi lokal, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong inovasi ekonomi, serta membangun strategi bisnis yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh. Namun, dengan adanya kerja sama dengan perusahaan baru yang bergerak di sektor yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi, muncul kritikan bahwa Perumda PT Lampung Selatan Maju seolah-olah kehilangan arah dalam hal inovasi dan perumusan strategi bisnis yang tepat guna.
 
Ketua LPKSM-GML Kabupaten Lampung Selatan, Bung Husni Piliang, juga menyampaikan pernyataan terkait hal ini dengan kekhawatiran yang lebih mendalam. Menurutnya, seharusnya Perumda PT Lampung Selatan Maju fokus pada segmen bisnis yang bertujuan untuk penguatan dan pengembangan potensi lokal daerah. Ia menegaskan bahwa Perumda seharusnya langsung bergerak mandiri untuk menggeluti usaha-usaha yang sama dengan yang dilakukan oleh PT BTH Bangun Bersama, bukan malah menjadikan perusahaan tersebut sebagai mitra kerja sama. "Kok malah menjadi mitra bukan mandiri," ujarnya dalam pernyataannya, menyoroti kekhawatiran terkait kemampuan Perumda untuk mengembangkan kapasitas diri dan berperan aktif sebagai penggerak utama ekonomi lokal.
 
Selain itu, Husni Piliang juga mengungkapkan kekhawatiran lebih lanjut dengan melihat sejarah kasus korupsi di Perumda Lampung Selatan Maju, yang ia sebut sebagai penyakit yang menggerogoti uang rakyat. Bahkan, ia meminta pemerintah kabupaten Lampung Selatan untuk mengevaluasi kembali keberadaan BUMD tersebut jika sekadar akan menjadi "benalu yang lebih besar pasak daripada tiang" bagi daerah dan masyarakat.
 
Kritikus berpendapat bahwa kerja sama semacam ini seharusnya dipertimbangkan dengan lebih matang, terutama terkait dengan manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh oleh daerah. Sebagai BUMD, Perumda PT Lampung Selatan Maju seharusnya lebih fokus pada kolaborasi yang dapat meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan sektor-sektor kunci yang memiliki potensi besar di Lampung Selatan (seperti pertanian, pariwisata, atau industri kecil dan menengah), atau bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki keahlian dan pengalaman terbukti di bidang yang relevan dengan pembangunan daerah.

 Selain itu, keberadaan perusahaan baru seperti PT BTH Bangun Bersama yang masih memiliki riwayat bisnis yang terbatas juga menjadi pertanyaan terkait dengan kemampuan mereka untuk memberikan kontribusi yang signifikan dan menjaga keberlanjutan kerja sama tersebut, terutama mengingat latar belakang masalah korupsi yang pernah terjadi.
 
Di sisi lain, perlu juga diperhatikan bahwa setiap strategi bisnis memiliki konteks dan pertimbangan internal yang mungkin tidak sepenuhnya terlihat dari perspektif luar. Mungkin terdapat aspek lain dari kerja sama ini yang belum terungkap secara luas di media, seperti potensi sinergi jangka panjang yang dapat mengembangkan sektor parkir, periklanan, dan outsourcing sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur dan pelayanan publik di daerah, atau adanya rencana ekspansi bisnis yang akan menghubungkan sektor-sektor tersebut dengan bidang utama pembangunan Lampung Selatan. 

Namun, untuk dapat diterima secara luas oleh masyarakat dan kalangan ekonom daerah, Perumda PT Lampung Selatan Maju perlu melakukan komunikasi yang lebih transparan terkait tujuan, manfaat, dan rencana implementasi kerja sama ini, serta menunjukkan langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk memastikan bahwa kerja sama tersebut benar-benar berkontribusi pada penguatan perekonomian daerah dan tidak mengulang masalah yang pernah terjadi di masa lalu," tegas Husni Piliang.

(Yoni)

0 Komentar

Posting Komentar